Dedikasi Mistar Abadi, Banser Berjiwa Muda di Medan Bencana

NU-LUMAJANG.OR.ID, Candipuro. Usia senja seringkali identik dengan masa istirahat dan menikmati masa tua di rumah. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Mistar Abadi, seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser).


Di usianya yang telah mengi
njak 58 tahun, pria asal Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro ini justru masih berdiri tegak di garis depan medan bencana.


Pada senin pagi (02/11/2026), dengan seragam kebanggaannya sebagai anggota Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana Banser) Mistar menyisir Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan, di Desa Supit Urang, Lumajang.


Kehadirannya untuk melakukan asesmen pascabencana sekaligus bersiap menjalankan misi kemanusiaan, setelah Banjir Lahar dari Gunung Semeru menerjang aliran sungai ini.


"Kemarin kan ada banjir lahar, siapa tahu ada yang bisa kami bantu, Mas," ungkap Mistar dengan senyum tulusnya.


Fisiknya mungkin mencerminkan pria paruh baya, namun siapa pun yang melihat pergerakannya di lapangan pasti setuju bahwa semangat Mistar layaknya pemuda berusia 30-an.


Baginya, menjadi bagian dari Banser adalah sebuah kebanggaan tersendiri, sebab ia menemukan wadah yang tepat untuk menyalurkan panggilan jiwanya dalam membantu sesama.


Di saat banyak orang seusianya mungkin mengkhawatirkan hari tua hingga urusan dapur, Mistar justru tampil lepas tanpa beban.


"Mumpung masih sehat ya mensyukurinya dengan berusaha berbuat baik saja, kalau urusan rejeki itu kan sudah diatur oleh Allah SWT," ungkapnya.


Dedikasi Mistar bukanlah semangat yang muncul tiba-tiba. Ia mulai mengenakan seragam Banser setelah menuntaskan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Gucialit pada tahun 2019 lalu.


Konsistensinya dalam mengabdi menuai decak kagum dari banyak pihak. Ketua GP Ansor Candipuro pada masa itu, Ahmad Ali Suud, mengaku bangga melihat rekam jejak Mistar. Ali menyebut bahwa Mistar bukanlah tipe orang yang sekadar ikut-ikutan.


"Setahu saya, pak mistar ini aktif sebagai anggota banser sejak diklat 2019 lalu mas, apalagi kalau urusan bencana dan kemanusiaan. Kok rasa-rasanya tak pernah abstain beliau," sahut Su'ud, sapaan akrab Ketua MWCNU Candipuro, yang saat 2019 lalu menjadi Ketua GP Ancor Candipuro.


Sebagaimana diketahui, PCNU Lumajang melalui gerakan NU Peduli melakukan berbagai kegiatan sosial kebencanaan, mulai dari Erupsi Gunung Semeru tahun 2020, 2021, 2023 hingga saat ini.


Ketua PCNU Lumajang, KH Muhammad Darwis pernah menegaskan jika tugas NU meliputi dua hal, diantaranya Jam'iyyah Diniyah dan Ijtima'iyyah.


Kontributor : Rokhmad

Editor : Redaksi NU-Lumajang.or.id

Sumber Foto: Rokhmad, LTN PCNU Lumajang

Komentar