Khutbah Jumat: Safar Bukan Bulan Sial

Bulan Safar masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan anggapan tentang datangnya kesialan. Padahal, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk takut kepada waktu tertentu. Sebaliknya, bulan Safar seharusnya diisi dengan amal-amal yang bermanfaat, seperti memperbanyak kebaikan, menjaga hubungan dengan tetangga, membantu sesama, dan membiasakan diri bersedekah. Naskah khutbah kali ini berjudul, “Safar Bukan Bulan Sial”. Untuk mencetak naskah khotbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau di bawah artikel ini (pada tampilan desktop). Semoga bermanfaat.

Ma'asyiral muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah, 

Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan jalan menuju keselamatan di akhirat. 

Kita sedang berada pada bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Setiap kali bulan ini datang, masih ada sebagian masyarakat yang mengaitkannya dengan kesialan, bencana, atau ketidakberuntungan. Karena keyakinan tersebut, ada orang yang merasa takut melangsungkan pernikahan, memulai usaha, melakukan perjalanan, atau menyelenggarakan kegiatan penting pada bulan Safar. 

Keyakinan semacam itu perlu diluruskan. Dalam Islam, tidak ada bulan yang dengan sendirinya membawa kesialan. Semua waktu adalah ciptaan Allah SWT. Baik dan buruk yang menimpa manusia tidak bersumber dari nama bulan, hari, atau tanggal tertentu, tetapi terjadi atas ketetapan Allah SWT serta berkaitan dengan sebab-sebab yang telah ditentukan-Nya.

Komentar