Dokumen Pengangkatan Rais ‘Aam PBNU yang Ditolak KH Bisri Syansuri
Penolakan KH Bisri Syansuri untuk menjadi Rais ‘Aam karena segan terhadap kehadiran KH Wahab Chasbullah, telah menjadi cerita tersendiri di kalangan warga NU. Cerita itu seakan menjadi “urban legend”-nya kaum Nahdliyin yang dimaknai sebagai sebuah keteladanan para ulama yang tidak haus akan jabatan. Diceritakan, KH Bisri Syansuri memiliki prinsip bahwa selama KH Wahab Chasbullah masih ada, beliau tidak akan pernah mau menjadi Rais ‘Aam. Oleh karenanya, ia baru berkenan mengemban Rais ‘Aam pada tahun 1971 manakala Kiai Wahab wafat. Meski terkesan beredar melalui tradisi lisan, sebenarnya kisah ini terkonfirmasi oleh sumber sejarah sejaman yang berupa dokumen penting; “KEPUTUSAN MU’TAMAR Ke-XXIV PARTAI NU. 4 s/d 9 Juli 1967 di BANDUNG” yang hingga kini tersimpan rapi di Perpustakaan PBNU. Dari dokumen itu, kita akan memperoleh informasi bahwa sebenarnya KH Bisri Syansuri telah terpilih secara sah muktamirin melalui mekanisme yang legal-formal, bahkan sudah diputuskan secara resmi. Keputu...